Task-1

PROSPEK PENGGUNAAN

TEKNOLOGI INGORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

Oleh : Wahyumi Deliani

NIM. 0908056024


PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, membaca merupakan kegiatan yang dapat dikatakan fleksibel karena membaca dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Oleh karena itu, dalam kehidupan sekarang ini,  dengan derasnya arus informasi dimana berbagai pengetahuan banyak dituangkan dalam bentuk bahasa tulis, maka membaca merupakan kebutuhan setiap orang, namun karena pembelajaran bahasa dewasa ini banyak dinilai siswa membosankan, maka minat membaca pada siswa juga menjadi kurang.

Kondisi di atas merupakan tantangan bagi guru bahasa Indonesia untuk dapat  menyajikan pembelajaran bahasa yang menarik, dan siswa merasa senang belajar dan bisa memahami bacaan dengan baik. Untuk itu perlu dicari media penunjang yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia.  Media penunjang tersebut adalah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu media teknologi internet.

Dengan teknologi internet diharapkan siswa menjadi senang untuk membaca, sehingga pembelajaran membaca khususnya membaca ekstensif tidak lagi membosankan bagi siswa., dan pembelajaran menjadi lebih menarik dan tujuan dari materi pelajaran tercapai dengan baik.

MEDIA TIK INTERNET DAN MEMBACA

  1. 1. Media TIK internet

Perkembangan internet diawali dengan dibangunnya jaringan ARPANET (ARPA= Advance Research Project Agency) pada tahun 1969.  Jaringan tersebut semula hanya beranggotakan beberapa computer di beberapa universitas di Amerika Serikat, seperti University of California-Los Angeles dan Stanford Research Institute.  Istilah internet sendiri muncul sekitar tahun 18983 dengan ditemukannya protocol TCP/IP(Transmision Control Potocol/Internet Protocol), Istilah internet sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari interconnected networking yang berarti jaringan-jaringan computer yang saling terhubung.  Dari definisi tersebut, gabungan beberapa jaringan di beberapa gedung pun dapat juga disebut sebagai internet.  Namun perlu diingat pula bahwa istilah internet yang kita kenal mengacu pada gabungan jaringan computer di seluruh dunia, jadi yang dimaksud dengan internet disini adalah gabungan jaringan computer di seluruh dunia yang membentuk suatu system jaringan informasi global. Selama menggunakan internet, kita seakan0akan dapat menjelajahi seluruh penjuru dunia dengan mengakses informasi di computer server (situs web) yang bermarkas di berbagai tempat.  Internet seakan-akan merupakan dunia tersendiri yang memungkinkan kita pergi mengunjungi berbagai tempat secara cepat, melihat informasi yang kita inginkan, membuka kotak surat dan membaca pesan serta berkenalan dengan orang-orang yang identitasnya tak kita ketahui dengan pasti dibelahan bumi manapun, semua itu kita lakukan hanya dengan duduk didepan computer.  Karena itulah dunia internet juga disebut sebagai dunia maya, dunia semu yang tidak nyata.

  1. 2. Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis[1]. Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi ( a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding).[2]

Membaca dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain. Secara singkat dapat dikatakan bahwa “reading” adalah” bringing material meaning to and getting meaning from printed or written material” , memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis.[3].Lado mengatakan bahwa membaca adalah memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulis.[4] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kemampuan adalah kesanggupan; kecakapan; kekuatan. Jadi, kemampuan membaca adalah kesanggupan,kecakapan, atau kekuatan untuk memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulis.

PROSPEK PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA, KHUSUSNYA MEMBACA CEPAT

Masih kurangnya kemampuan membaca ekstensif  disebabkan oleh beberapa faktor yaitu media atau buku bacaan yang kurang menarik yang tersedia diperpustakaan, penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif dalam pembelajaran membaca, khususnya pelajaran bahasa Indonesia. Oleh karena itu,  perlu dicarikan solusi yang dapat menyadarkan siswa akan pentingnya membaca tanpa membebani siswa dengan kegiatan rutinitas yang membosankan. Salah satu solusi yang diajukan dalam penelitian ini adalah melalui teknologi internet dalam pelaksanaan model pembelajaran yang inovatif.  Dengan menggunakan teknologi internet yang dewasa ini sangat digemari oleh siswa, maka diharapkan siswa akan lebih mudah memahami suatu bacaan, dan lebih lanjut lagi diharapkan siswa akan tertarik untuk membaca karena timbulnya kesadaran akan manfaat membaca. Pada akhirnya diharapkan pula prestasi akademik dan nonakademik siswa baik yang terkait dengan mata pelajaran bahasa Indonesia maupun yang lainnya akan meningkat.

Untuk meningkatkan kemampuan membaca ekstensif menggunakan teknologi internet perlu didukung oleh beberapa faktor  diantaranya:

1.     Adanya media atau bacaan yang menarik yang disediakan oleh perpustakaan    sekolah

2.  Adanya guru bahasa yang mampu mengoperasikan media TIK yang tersedia disekolah

3.   Tersedianya jaringan internet yang menunjang penggunaan TIK dalam pembelajaran bahasa yang  inovatif sehingga sehingga memicu siswa menjadi gemar membaca.

Sedangkan factor-faktor penghambat yang mempengaruhi  pemanfaatan media TIK yaitu internet dalam menunjang pembelajaran membaca ekstensif diantaranya adalah :

  1. Masih kurangnya teknisi dan instruktur TIK
  2. Masih banyak guru, terutama guru bahasa yang gagap teknologi dan belum mampu betul mengoperasikan media TIK sebagai media penunjang pembelajaran bahasa
  3. Masih kurangnya pelatihan-pelatihan pembelajaran bahasa terutama membaca dengan menggunakan media TIK internet
  4. Ruang media TIK yang belum tersedia secara khusus untuk pembelajaran bahasa

[1] Henry Guntur Tarigan,Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa, 1990;7

[2] ibid

[3] Finocchiaro and Bonomo 1973 : 120 dalam Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, 1990 : 9

[4] Henry Guntur Tarigan, op.cit,. hal. 90

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: