FINAL-TEST

PENGGUNAAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

(KOMPETENSI DASAR MEMBACA CEPAT)

Oleh :

Wahyumi Deliani:

NIM. 0908056024

Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester

Mata Kuliah Information and Communication Technology (ICT)

Dosen Pengampu : Hartoyo, M.A. Ph.D

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

SEMESTER/ANGKATAN : 3/VI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. UHAMKA

JAKARTA

15 Pebruari 2011

 

 

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Taala karena berkat ridho dan karunia-Nya serta kemudahan yang diberikan-Nya maka dengan sedikit kemampuan yang penulis miliki, alhamdullah makalah yang sangat sederhana ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Makalah ini dibuat sebagai upaya memenuhi salah satu tugas mata kuliah Information and Communication Technologi (ICT) pada program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Uhamka.

Penulis sangat berterimakasih kepada Bapak Hartoyo, M.A, Ph.D selaku dosen pengampu pada mata kuliah ICT yang telah memberikan motivasi dan bimbingan kepada penulis  untuk menyelesaikan makalah ini.  Ucapan terima kasih yang sama penulis sampaikan pula kepada Prof. Dr. Hj. Sabarti Akhadiah, MK selaku Ketua Program Studi Magister Bahasa Indonesia UHAMKA.

Terakhir, penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan perlu adanya perbaikan.  Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan bantuan dan saran dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 15 Pebruari 2011

Wahyumi Deliani

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, membaca merupakan kegiatan yang dapat dikatakan fleksibel karena membaca dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Oleh karena itu, dalam kehidupan sekarang ini,  dengan derasnya arus informasi dimana berbagai pengetahuan banyak dituangkan dalam bentuk bahasa tulis, maka membaca merupakan kebutuhan setiap orang, namun karena pembelajaran bahasa dewasa ini banyak dinilai siswa membosankan, maka minat membaca pada siswa juga menjadi kurang.

Kondisi di atas merupakan tantangan bagi saya sebagai guru yang mengajar bidang studi Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) di SMP Ibu Pertiwi Jakarta dan guru bidang studi Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) di SMK Ibu Pertiwi 2, bekerja sama dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia agar dapat  menyajikan pembelajaran bahasa yang menarik, dan siswa merasa senang belajar dan bisa memahami bacaan dengan baik, sehingga kompetensi dasar yang berhubungan dengan membaca tidak membosankan siswa. Untuk itu perlu dicari media penunjang yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia.  Media penunjang tersebut adalah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu media teknologi internet.

Dengan teknologi internet diharapkan siswa menjadi senang untuk membaca, sehingga pembelajaran membaca khususnya membaca ekstensif tidak lagi membosankan bagi siswa., dan pembelajaran menjadi lebih menarik dan tujuan dari materi pelajaran tercapai dengan baik.

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

(KOMPETENSI DASAR MEMBACA CEPAT)

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan, termasuk pembelajaran bahasa pada kompetensi membaca merupakan respon positif terhadap perkembangan teknologi di era millennium ini.  Pemanfaatan TIK dalam mendukung pembelajaran bahasa merupakan suatu keputusan cerdas untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran[1]. Contoh teknologi yang digunakan penulis dalam pembelajaran bahasa adalah internet

  1. 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Teknologi berasal dari kata techno yang berarti teknik, seni dan keterampilan dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Sehingga teknologi dapat didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan ilmiah, seni atau keterampilan.[2]

Informasi adalah data yang diproses dalam bentuk yang bermakna.  Dan jika dihubungkan dengan pembelajaran bahasa, informasi merupakan objek atau pesan yang kita peroleh, teruskan, dan pertukarkan untuk tujuan tertentu.[3]

Sedangkan komunikasi adalah proses interaksi antara komunikator dan komunikan.[4]

Dengan demikian yang dimaksud dengan TIK adalah Teknologi yang berfungsi atau yang dpat dimanfaattkan untuk mendukung komunikasi atau penyampaian informasi.

  1. 2. Media TIK internet

Perkembangan internet diawali dengan dibangunnya jaringan ARPANET (ARPA= Advance Research Project Agency) pada tahun 1969.  Jaringan tersebut semula hanya beranggotakan beberapa computer di beberapa universitas di Amerika Serikat, seperti University of California-Los Angeles dan Stanford Research Institute.  Istilah internet sendiri muncul sekitar tahun 18983 dengan ditemukannya protocol TCP/IP(Transmision Control Potocol/Internet Protocol), Istilah internet sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari interconnected networking yang berarti jaringan-jaringan computer yang saling terhubung.  Dari definisi tersebut, gabungan beberapa jaringan di beberapa gedung pun dapat juga disebut sebagai internet.  Namun perlu diingat pula bahwa istilah internet yang kita kenal mengacu pada gabungan jaringan computer di seluruh dunia, jadi yang dimaksud dengan internet disini adalah gabungan jaringan computer di seluruh dunia yang membentuk suatu system jaringan informasi global. Selama menggunakan internet, kita seakan0akan dapat menjelajahi seluruh penjuru dunia dengan mengakses informasi di computer server (situs web) yang bermarkas di berbagai tempat.  Internet seakan-akan merupakan dunia tersendiri yang memungkinkan kita pergi mengunjungi berbagai tempat secara cepat, melihat informasi yang kita inginkan, membuka kotak surat dan membaca pesan serta berkenalan dengan orang-orang yang identitasnya tak kita ketahui dengan pasti dibelahan bumi manapun, semua itu kita lakukan hanya dengan duduk didepan computer.  Karena itulah dunia internet juga disebut sebagai dunia maya, dunia semu yang tidak nyata.

  1. 3. Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/ bahasa tulis[5]. Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi ( a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding).[6]

Membaca dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain. Secara singkat dapat dikatakan bahwa “reading” adalah” bringing material meaning to and getting meaning from printed or written material” , memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis.[7].Lado mengatakan bahwa membaca adalah memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulis.[8] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kemampuan adalah kesanggupan; kecakapan; kekuatan. Jadi, kemampuan membaca adalah kesanggupan,kecakapan, atau kekuatan untuk memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulis.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MEMBACA, KHUSUSNYA MEMBACA CEPAT

Masih kurangnya kemampuan membaca ekstensif  disebabkan oleh beberapa faktor yaitu media atau buku bacaan yang kurang menarik yang tersedia diperpustakaan, penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif dalam pembelajaran membaca, khususnya pelajaran bahasa Indonesia. Oleh karena itu,  perlu dicarikan solusi yang dapat menyadarkan siswa akan pentingnya membaca tanpa membebani siswa dengan kegiatan rutinitas yang membosankan. Salah satu solusi yang diajukan dalam oleh penulisi adalah melalui teknologi.  Pemanfaatan teknologi yang tepat memungkinkan siswa belajar lebih efektif dan lebih baik sesuai dengan kemampuan mereka.  Selain itu siswa dapat memperoleh akses yang lebih luas dalam proses pembelajaran bahasa, serta dapat mengatur waktu belajar.  Oleh karena itu penulis memilih teknologi internet dalam pelaksanaan model pembelajaran yang inovatif.  Dengan menggunakan teknologi internet yang dewasa ini sangat digemari oleh siswa, maka diharapkan siswa akan lebih mudah memahami suatu bacaan, dan lebih lanjut lagi diharapkan siswa akan tertarik untuk membaca karena timbulnya kesadaran akan manfaat membaca. Pada akhirnya diharapkan pula prestasi akademik dan nonakademik siswa baik yang terkait dengan mata pelajaran bahasa Indonesia maupun yang lainnya akan meningkat.

Untuk meningkatkan kemampuan membaca ekstensif menggunakan teknologi internet perlu didukung oleh beberapa faktor  diantaranya:

1.     Adanya media atau bacaan yang menarik yang disediakan oleh perpustakaan    sekolah

2.  Adanya guru bahasa yang mampu mengoperasikan media TIK yang tersedia disekolah

3.   Tersedianya jaringan internet yang menunjang penggunaan TIK dalam pembelajaran bahasa yang  inovatif sehingga memicu siswa menjadi gemar membaca.

RANGKUMAN

Membaca dalam kehidupan sehari-hari merupakan kegiatan yang dapat dikatakan fleksibel karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.  Dalam kehidupan sekarang ini,  dengan derasnya arus informasi dimana berbagai pengetahuan banyak dituangkan dalam bentuk bahasa tulis, maka membaca merupakan kebutuhan setiap orang, namun karena pembelajaran bahasa dewasa ini banyak dinilai siswa membosankan, maka minat membaca pada siswa juga menjadi kurang.

Untuk itu penulis mencoba untuk melakukan inovasi pada pembelajaran bahasa terutama membaca, yaitu dengan menerapkan salah satu ICT (TIK).  Teknologi yang digunakan adalah internet.

Dengan menggunakan teknologi internet yang dewasa ini sangat digemari oleh siswa, maka diharapkan siswa akan lebih mudah memahami suatu bacaan, dan lebih lanjut lagi diharapkan siswa akan tertarik untuk membaca karena timbulnya kesadaran akan manfaat membaca.

DAFTAR PUSTAKA

Brown, H.D.2008.Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa. Jakarta: Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Guntur Tarigan, Henry.1986. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Hartoyo, 2010. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa. Semarang:Pelita Insani

Moeliono, M.A. dkk..1990.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sukardi, MS, H.M. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip & Operasionalnya. Jakarta : Bumi Aksara.

Supriyanto. 2007. Teknologi Informasi dan Komunikasi SMP kelas IX. Jakarta: Yudistira.


[1]Hartoyo, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Bahasa, 2010;7

[2] Zen dalam Efendy, 2003:199, dalam Hartoyo, Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2010;3

[3] Shore, 1988:22 dalam Hartoyo, Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2010;3

[4] Levis 1996:6 dalam Hartoyo, Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2010;3

[5] Henry Guntur Tarigan,Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa, 1990;7

[6] ibid

[7] Finocchiaro and Bonomo 1973 : 120 dalam Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, 1990 : 9

[8] Henry Guntur Tarigan, op.cit,. hal. 90

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: